
Asma, yang biasanya ditandai dengan kesulitan bernapas, terjadi karena jalan pernapasan mengalami pembengkakan.
Saluran udara yang membengkak membatasi aliran udara sehingga memicu kesulitan bernapas.
Salah satu cara untuk mengelola masalah ini adalah dengan menggunakan berbagai obat-obatan seperti kortikosteroid dan bronkodilator untuk melonggarkan jalan napas.
Asma akut tidak mudah ditangani, terutama ketika seseorang sedang dirawat di rumah.
Serangan asma akut terjadi tiba-tiba dan gejala bisa berlanjut hingga mengancam jiwa.
Studi menunjukkan bahwa magnesium sulfat efektif dalam pengelolaan asma akut.
Jadi, untuk mencegah komplikasi pada asma akut, pengobatan dengan senyawa kimia ini relatif aman ketika dilakukan pada dosis yang sesuai.
Magnesium Sulfat untuk Asma Akut
Kasus asma parah mungkin tidak merespon pengobatan konvensional.
Dalam keadaan seperti itu, menggunakan magnesium sulfat telah terbukti bermanfaat untuk mengontrol asma akut.
Seperti yang sudah diketahui, otot pada saluran pernapasan berkontraksi tidak normal saat terjadi serangan asma.
Kondisi ini disebut sebagai kejang otot yang mencegah udara masuk dan keluar secara lancar dari paru-paru.
Studi menunjukkan bahwa magnesium sulfat yang diberikan secara intravena mampu mempromosikan relaksasi otot.
Selain mengurangi kontraksi otot, senyawa kimia ini juga membantu mengurangi pembengkakan dinding bagian dalam saluran udara.
Hasil positif ini teramati pada pasien yang menggunakan magnesium sulfat saja atau dikombinasikan dengan bronkodilator.
Namun, perlu dicatat bahwa magnesium sulfat adalah alternatif untuk bronkodilator dengan penggunaan jangka panjang tidak disarankan.
Juga teramati bahwa magnesium sulfat tidak efektif mengontrol kasus asma yang tidak parah.
Oleh karena itu, menghirup bronkodilator atau kortikosteroid merupakan pilihan yang lebih baik untuk meringankan asma ringan sampai sedang.
Dosis Magnesium Sulfat
Lantas berapa dosis magnesium sulfat yang harus diberikan?
Sekitar 50 ml ‘saline water’ berisi sekitar 40-100 mg/kg magnesium sulfat.
Dosis ini harus diberikan secara intravena (diinfuskan) selama kurang lebih 20-30 menit.
45 mg/kg dosis akan bekerja untuk mengobati asma refrakter pada anak-anak.
Dosis dewasa bervariasi antara 1,2-2,0 g/kg magnesium sulfat IV dan diberikan selama sekitar 20 menit.
Selain sebagai pengobatan asma, magnesium sulfat memiliki beberapa manfaat lain.
Sebagai contoh, zat ini berguna untuk mengobati komplikasi kehamilan seperti eklampsia.
Pemberian oral atau intravena magnesium sulfat juga digunakan untuk meringankan gejala defisiensi magnesium.
Penerapan larutan magnesium sulfat juga membantu meringankan masalah kulit seperti jerawat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar