Sabtu, 16 Januari 2016

Kualitas Tidur Buruk Berkaitan dengan Pengerasan Pembuluh Darah Otak

Kualitas Tidur Buruk Berkaitan dengan Pengerasan Pembuluh Darah Otak
Jakarta - Studi terbaru yang dilakukan peneliti di Amerika Serikat melihat ada hubungan dari jeleknya kualitas tidur terhadap pengerasan pembuluh darah otak pada orang tua. Hal ini disebut dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko stroke dan gangguan kognitif seperti pikun.

Ahli saraf dari Sunnybrook Health Sciences Center dr Andrew Lim mengatakan kerusakan pada otak tersebut mungkin juga berkontribusi terhadap gangguan motorik orang tua. Seperti diketahui mereka yang sudah lanjut usia keseimbangannya akan berkurang dan menjadi rentan terjatuh.

"Tetapi masih ada celah dari apa yang telah kita ketahui," kata dr Lim selaku pemimpin studi menambahkan bahwa mereka masih belum tahu pola pasti sebab-akibatnya seperti dikutip dari Livescience, Sabtu (16/1/2016).

Yang dilakukan dr Lim adalah dengan memeriksa riwayat kualitas tidur dan hasil otopsi 315 orang yang meninggal di usia rata-rata 90 tahun. Ditemukan mereka yang tidurnya sering terganggu 27 persen lebih mungkin memiliki pengerasan pembuluh darah dibandinkan mereka yang tidak.

Selain itu para lansia yang kualitas tidurnya jelek juga 31 persen lebih mungkin memiliki kerusakan otak karena kekurangan oksigen dibandingkan dengan mereka yang tidurnya lancar.

Namun dr Lim sekali lagi mengingatkan bahwa studinya yang telah dipublikasi di jurnal Stroke ini baru melihat adanya hubungan tapi tak bisa menentukan pola sebab-akibat. Mungkin kualitas tidur yang buruk menjadi sebab atau malah akibat dari pengerasan pembuluh darah otak.

Jika temuan sebab-akibat sudah terkonfirmasi, dr Lim mengatakan maka pemantauan kualitas tidur bisa saja jadi cara untuk mengidentifikasi risiko stroke pada orang tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar